Tentang Bakti

BAKTI adalah lembaga Arbitrase. Pengertian “Arbitrase” adalah cara penyelesaian sengketa perdata di luar peradilan umum antara para pihak yang bersengketa yang didasarkan pada Perjanjian Arbitrase. Dalam Arbitrase, para pihak memberikan kewenangan kepada Arbiter (Majelis Arbitrase) untuk memberikan putusan atas sengketa pada tingkat pertama dan terakhir. BAKTI mengkhususkan diri pada sengketa perdata yang berkenaan dengan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang dan/ atau transaksi-transaksi lain yang diatur Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa BAKTI adalah pengadilan swasta khusus untuk bidang komoditi.

BAKTI didirikan oleh PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), PT Kliring Berjangka Indonesia (persero) (KBI), Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (APBI) dan Ikatan Perusahaan Pedagang Berjangka Indonesia (IP2BI), dengan difasilitasi dan dukungan penuh Bappebti, berdasarkan akta pendirian yang ditandatangani pada tanggal 7 Nopember 2008 di Auditorium Utama Departemen Perdagangan dengan disaksikan oleh Menteri Perdagangan R.I. saat itu, Ibu Mari Elka Pangestu. Proses pendirian BAKTI dipersiapkan oleh sebuah tim kerja yang dibentuk oleh Kepala Bappebti. Pendirian BAKTI merupakan salah satu bentuk perlindungan hukum kepada masyarakat dan pelaku pasar melalui penyediaan sarana penyelesaian sengketa yang adil serta lebih sederhana dan lebih cepat daripada pengadilan.

Struktur organisasi BAKTI terdiri dari:

1. Anggota;
2. Pengurus;
3. Dewan Penasehat; dan
4. Arbiter Tetap BAKTI

 

Anggota

Anggota BAKTI adalah perusahaan/ asosiasi yang ikut menandatangani akta pendirian BAKTI tanggal 7 Nopember 2008 (yaitu PT BBJ, PT KBI (Persero), APBI dan IP2BI), dan perusahaan/ asosiasi yangkemudian disetujui dan disahkan sebagai Anggota baru melalui Rapat Umum Anggota BAKTI.

Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) ke-2 BAKTI yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10 September 2015 telah memutuskan menerima masuknya PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) dan PT Indonesia Clearing House (ICH) sebagai Anggota BAKTI yang baru, efektif terhitung sejak ditutupnya Rapat tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, RUALB ke-1 BAKTI yang diselenggarakan tanggal 26 Juni 2015 telah memutuskan menyetujui pengunduran diri Ikatan Perusahaan Pedagang Berjangka Indonesia (IP2BI) dan Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (APBI) dari keanggotaan BAKTI atas permintaan IP2BI dan APBI karena pembubaran organisasi. Dengan demikian berdasarkan RUALB ke-1 dan RUALB ke-2, maka Anggota BAKTI saat ini berjumlah 4 (empat) institusi, yakni:

  1. PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ);
  2. PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI);
  3. PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI); dan
  4. PT Indonesia Clearing House (ICH).

Anggota, melalui Rapat Umum Anggota, mempunyai kewenangan tertinggi dalam struktur organisasi BAKTI, antara lain:

  1. mengangkat dan memberhentikan Pengurus;
  2. mengangkat dan memberhentikan Dewan Penasehat;
  3. memberikan persetujuan atas laporan tahunan;
  4. menetapkan iuran Anggota;
  5. memberikan persetujuan atas rencana anggaran tahunan BAKTI;
  6. membubarkan BAKTI dan menetapkan status aset BAKTI setelah pembubaran;
  7. menerima Anggota baru BAKTI.

 

Pengurus

Pelaksanaan kegiatan sehari-hari BAKTI dilaksanakan oleh Pengurus BAKTI yang diangkat oleh Rapat Umum Anggota untuk masa jabatan 5 (lima) tahun. Pengurus membawahi Sekretariat yang menyelenggarakan antara lain fungsi administrasi atas forum Arbitrase yang diselenggarakan di BAKTI. Pengurus BAKTI periode 2013-2018 adalah terdiri dari:

  1. Ketua: Achmad Zen Umar Purba ;
  2. Wakil Ketua: Achmad Djauhari ;
  3. Sekretaris Jenderal: Tri Legono Yanuarachmadi;
  4. Bendahara: Riyanto.

 

Dewan Penasehat

BAKTI memiliki organ yang disebut Dewan Penasehat, yang antara lain bertugas memberikan pertimbangan kepada Pengurus, dan bertindak sebagai sebuah Dewan Kehormatan dalam rangka penegakan kode etik Arbiter. Penasehat BAKTI terdiri dari:

  1. M. Husseyn Umar;
  2. Bacelius Ruru;
  3. Felix Oentoeng Soebagjo;
  4. Yudo Paripurno;
  5. Ramlan Ginting; dan
  6. Kepala Bappebti (ex officio).
Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi d/a PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
Graha Mandiri Lantai 3
Jl. Imam Bonjol Nomor 61
Jakarta Pusat 10340

T: +62 21 39837415
F: +62 21 39833715
e-mail: sekretariat@bakti-arb.org