Prosedur dan Acara

Suatu sengketa dapat diperiksa dan diputuskan melalui Arbitrase BAKTI apabila terlebih dahulu Para Pihak membuat Perjanjian Arbitrase. Proses selanjutnya adalah sebagai berikut:

 

Langkah 1

Salah satu Pihak yang bersengketa harus bertindak sebagai Pemohon (Penggugat) dengan mendaftarkan kepada BAKTI suatu dokumen yang disebut Permohonan Arbitrase (gugatan) terhadap Pihak lawannya (Termohon/ Tergugat). Permohonan Arbitrase didaftarkan pada Sekretariat BAKTI, u.p. Ketua. Permohonan harus memuat sekurang-kurangnya: nama dan alamat Para Pihak, penjelasan mengenai persengketaan, dan rincian tuntutan, disertai lampiran-lampiran yang diperlukan.

 

Langkah 2

Ketua BAKTI, melalui Sekretariat BAKTI, akan memeriksa kelengkapan dokumen Permohonan Arbitrase. Apabila sudah lengkap, maka Permohonan Arbitrase tersebut akan dicatat pada Buku Register Perkara BAKTI. Salinan Permohonan Arbitrase akan disampaikan kepada pihak Termohon agar segera memberikan tanggapan (jawaban) dalam waktu yang ditentukan.

 

Langkah 3

Ketua BAKTI, melalui Sekretariat BAKTI, memberikan kesempatan kepada Para Pihak untuk membentuk Majelis Arbitrase dengan cara masing-masing menunjuk Arbiter, dan selanjutnya Arbiter-arbiter yang telah ditunjuk oleh Para Pihak tersebut akan menunjuk Arbiter ketiga. Para Pihak boleh membuat kesepakatan bahwa perkara akan diperiksa dan diputus oleh 1 (satu) orang Arbiter saja (Arbiter Tunggal).

 

Langkah 4

Majelis Arbitrase/Arbiter Tunggal menyelenggarakan sidang pertama. Dalam sidang pertama tersebut, Majelis Arbitrase/ Arbiter Tunggal menetapkan jadwal pemeriksaan.

 

Langkah 5

Sebelum memasuki tahap pemeriksaan, Majelis Arbitrase/ Arbiter Tunggal akan mengupayakan perdamaian antara Para Pihak. Jika upaya perdamaian berhasil mencapai kesepakatan damai, maka Majelis Arbitrase/Arbiter Tunggal akan menuangkan kesepakatan perdamaian tersebut ke dalam suatu Akta Perdamaian yang memiliki kekuatan hukum yang sama dengan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun jika upaya perdamian gagal, maka pemeriksaan Arbitrase dilanjutkan. Upaya perdamaian tetap terbuka sampai sebelum dijatuhkannya Putusan Arbitrase.

 

Langkah 6

Pemeriksaan Arbitrase dilakukan secara tertutup dengan menggunakan Peraturan & Acara Arbitrase BAKTI. Pemeriksaan berlangsung paling lama 180 hari sejak Majelis Arbitrase/ Arbiter Tunggal terpilih, dan dapat diperpanjang, Tahapan pemeriksaan Arbitrase terdiri dari: penyerahan Jawaban, penyerahan Replik, penyerahan Duplik, mendengar keterangan Para Pihak, penyerahan dan pencocokan dokumen bukti, mendengar keterangan saksi dan/ atau ahli, penyerahan dan pencocokan bukti tambahan jika ada, dan terakhir penyerahan kesimpulan.

 

Langkah 7

Dalam waktu 30 hari setelah pemeriksaan selesai, Majelis Arbitrase/ Arbiter Tunggal membacakan Putusan Arbitrase. Putusan tersebut adalah final dan mengikat, sehingga tidak dapat diajukan upaya hukum biasa (banding dan kasasi). Selanjutnya Sekretaris Sidang akan mendaftarkan Putusan Arbitrase tersebut pada Pengadilan Negeri dimana pihak Termohon berdomisili.

 

 

Klik Untuk Mendownload

Peraturan dan Acara Arbitrase

Peraturan Kode Etik Arbiter BAKTI

Peraturan Acara - Perubahan Pertama (Biaya)

Peraturan Acara - Perubahan Pertama (Biaya) - Lampiran 1

Peraturan Acara - Perubahan Pertama (Biaya) - Lampiran 2

Peraturan Acara - Perubahan Kedua Peraturan dan Acara Arbitrase

Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi d/a PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
Graha Mandiri Lantai 3
Jl. Imam Bonjol Nomor 61
Jakarta Pusat 10340

T: +62 21 39837415
F: +62 21 39833715
e-mail: sekretariat@bakti-arb.org